Uraian Sedikit Sejarah Kepulauan Seribu

Destinasi wisata Favorit Murah Meriah Buat Para Remaja di Jakarta
December 22, 2017
Pantai Sawarna; Pantai Perawan yang Menawan nan Dramatis
December 29, 2017
Show all

Uraian Sedikit Sejarah Kepulauan Seribu

Sekarang kita ingin membahas orang-orang Kepulauan Seribu, dan pula soal sejarah juga budaya yang membentuknya sampai munculah julukan “orang pulo” sebutan tuk penduduk yang rumahnya berada di Kepulauan Seribu kini. Kepulauan Seribu itupun disebut ‘Kepulauan Seribu‘, karena banyaknya pulau yang banyak membuat dinamai nama itu. Tetapi versi catatan Pemerintah Daerah, banyak pulau semata-mata hanya 300 pulau dari 110 pulau yang punya habitat alam flora fauna.

 

Sejarah Kepulauan Seribu

\Kepulauan Seribu ialah bagian juga kesatuan kepulauan Nusantara, lebih pastinya terletak di Teluk Jakarta. Saat ratusan tahun lampau, pulau-pulau karang kian terbentuk diatas koloni binatang karang yang telah mati di Teluk Jakarta. Koloni itu tumbuh didalam dasar laut dangkal, serta lapisan atasnya tampak ke permukaan laut lantaran proses pelapukan dari karang itu. Kemudian diatas daratan karang lapuk itu mulailah tumbuh sekian jenis pohon sampai jadilah daratan yang dipenuhi pasir yang kini kita kenal jadi Kepulauan Seribu.

Catatan histori paling tua di Kepulauan Seribu yakni terdiri dari Prasasti bekas Belanda dari abad 16, tepatnya berada di Pulau Onrust. Tetapi sejatinya bangsa Portugis terlebih dahulu datang ke Sunda kelapa menjelang Belanda, ialah tahun 1513 di mana ketika itu Kota Jakarta tengah masuk kedalam wilayah politik Kerajaan Sunda Pajajaran. Tetapi entah mengapa, Orang Portugis kala itu tidaklah meninggalkan jejak di Kepulauan Seribu. Tidak cuma peninggalan prasasti itu, ada pula peninggalan sejarah merupakan benteng pertahanan di Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Onrust yang sampai hari ini masih akan kita tonton di tiga pulau itu. Dan pula tuk kita kenal bersama, bila saat abad ke-17, peta bikinan Belanda sudah menjadi tanda keberadaan pulau-pulau di wilayah Pulau Panggang yang dari dulu sudah berpenghuni.

Juga jangan ditinggalkan peninggalan sejarah terdiri dari makam-makam yang terdapat di Kepulauan Seribu semisal kuburan Panglima Hitam Pulau Tidung. Itu semua jelasnya memberikan Kepulauan Seribu mengandung catatan histori yang kuat, dan jika digali makin dalam lagi, hal itu pasti bisa membuka serta menyambung lembaran-lembaran histori yang telah ditemukan sebelum-sebelumnya.

 

Budaya Penduduk Kepulauan Seribu

Penduduk Kepulauan Seribu dipercayai telah terbentuk serta bermula dari kawasan Pulau Panggang. Dan pasca permukiman di Kepulauan Seribu tambah meluas, kemudian penyebaran penduduk juga budayanya dilangsungkan dari satu pulau menuju ke pulau yang lain, semisal Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung dan sejumlah pulau lainnya.

Budaya beserta karakteristik ‘orang pulo‘ sebutan dari penduduk Pulau panggang pada saat masa itu begitu berbeda dengan penduduk betawi, meski daerahnya begitu berdekatan pada kota Jakarta. Dan pula tidak berkarakter mirip dengan penduduk Banten meski sejumlah penduduk awal asalnya dari Banten. Orang-orang Pulau Panggang itu lebih punya kecenderungan punya karakteristik juga budaya tersendiri ialah perpaduan budaya Banten, budaya juga karakteristik penduduk Kalimantan, suku mandar sulawesi, Sunda  serta dengan minim bumbu budaya dan karakter penduduk Betawi. Hasil campuran yang begitu kompleks itu menghasilkan satu budaya juga karakter yang baru, ialah karakter ‘Orang Pulo‘ istilah tuk warga awal Pulau Panggang, yang selanjutnya jelasnya membentuk dan sebagai karakter juga budaya penduduk Kepulauan Seribu.

Hasil campuran budaya yang menciptakan karakterisitik juga budaya yang unik di Kepulauan Seribu akan kita perhatikan kedalam gaya bahasa, gerak-gerik pula pemikiran mereka. Gaya bahasa mereka lebih bervolume keras kedalam berbicara semisal orang Sulawesi, lincah juga gesit semisal tipikal banten serta karakter-karakter kesukuan Indonesia yang lainnya. Pula dengan penamaan kuliner ‘Orang Pulo‘ yang punya gaya bahasa tersendiri serta terdengar ‘unik’. Semisal penyebutan makanan serupa lontong isi maupun nasi uduk yang pada umumnya dimakan buat sarapan dengan panggilan ‘Selingkuh‘, sambal fresh buat teman menu ikan bakar yang dibilang sambal beranyut, Puk cue’ buat sebutan makanan serupa pempek dan masih adalagi.

 

Memadukan Sejarah juga Budaya Kepulauan Seribu

Sejarah juga Budaya emang diakui jadi suatu instrumen suksesnya suatu kawasan memajukan situs wisata daerah itu. Sumber daya alam merupakan keindahan laut, gunung, pantai juga lain lagi, belum jelas sebagai tolak ukur tingginya potensi pariwisata salah satu daerah. Campuran semua hal itulah yang pasti menentukan kesuksesan kemajuan situs wisata daerah tersebut. Maka dari itu dengan pengembangan juga penggalian sejarah serta budaya di Kepulauan Seribu, diinginkan hal itu akan sanggup memicu potensi situs wisata Kepulauan Seribu. Dengan demikian diharapkan, Kepulauan Seribu bisa selaku daerah tujuan wisata unggulan, semisal Bali jadi kota wisata budaya juga alamnya, maupun Kota Yogyakarta yang diketahui dengan kota sejarah-budayanya.

Comments are closed.